Selamat dari Energi Jahat

Testimoni » Selamat dari Energi Jahat

Profesi sebagai pengacara di satu sisi memang sangat riskan. Bayangkan, setiap hari saya harus mendapatkan intimidasi dari para lawan klien di persidangan. Salah-salah nyawa bisa menjadi taruhannya jika persoalan ynag di bawa ke meja hijau begitu pelik.

 

Pernah suatu ketika saya mendapatkan klien yang bermasalah dengan  warga  di suatu kampung. Klien saya bersikeras bahwa tanah yang dihuni warga kala itu adalah tanah warisannya. Hal itu dibuktikannya dengan surat-surat tanah ynag ditunjukkan kepada saya. Sebagai seorang pengacara tugas saya dalah membela klien di hadapan hakim. Jangan sampai fakta justru terjungkir-balikkan. Maka dari itu saya harus membuat semua masalah menjadi jelas penyelesaiannya.

 

Lawan klien saya yang tidak terima pun pernah suatu kali mengancam saya, karena dianggap menghalangi hak mereka. Mereka mengancam akan membuat saya tak berdaya. saya tidak gentar dengan gertakan orang-orang kampung itu. Saat itu saya menganggap mereka hanya membual saja.

 

Ternyata gertakan mereka tidak main-main. Beberapa hari setelah saya memenangkan klien saya, tubuh saya merasa aneh. Saya sering merasa sakit kepala yang luar biasa. Kedua kaki saya tia-tiba lumpuh. Kalau orang awam bilang, saya telah dikirimi energi jahat.

 

Di dunia yang semodern ini masih saja orang membicarakan takhayul. Saya tidak percaya begitu saja. Saya ini kaum intelektual. Segalanya harus rasional. Saya menganggap sakit saya ini mungkin karena kecapekan. Alangkah terkejutnya saya, setelah dokter mendiagnosis. Tidak ada tanda-tanda penyakit yang bersarang di tubuh saya.

 

Istri saya melalui seorang kenalannya mendapatkan mustika dari Ki Sabrang Alam. Setelah beberapa bulan memakainya kondisi saya mulai membaik. Selama saya memakai mustika itu saya tidak perlu takut bila ada orang yang akan menjahili saya melalui energi gaib yang jahat. Mulai saat itu saya yakin memang ada energi yang tidak bisa dipahami akal manusia. Seperti halnya energi dari mustika yang saya pakai ini.

 

Arif Murtadlo ( 34 tahun, lawyer, Semarang)